Cara Membuat Kerajinan dari Tanah Liat jadi Berbagai Bentuk

Tanah Liat

VIVA Lifestyle – Tanah liat dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti cangkir, piring, kendi, celengan dan masih banyak lagi. Sifatnya yang lembek atau mudah diolah, memudahkan para pengrajin untuk berkreasi sesuai dengan keinginan.

Tanah liat memiliki tekstur yang lengket dan mudah menyatu ketika di kondisi basah. Namun, dalam kondisi kering, tanah liat akan mudah hancur dan terpecah menjadi berkeping-keping atau bahkan butiran halus.

Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanah liat yang akan diolah menjadi kerajinan harus memiliki tekstur yang baik. Tekstur yang terlalu basah atau terlalu kering dapat mempengaruhi hasil yang tidak optimal.

Lantas, bagaimana cara membuat kerajinan dari tanah liat? Berikut kami telah merangkumnya dari beberapa sumber terkait cara membuat kerajinan tanah liat.

Warga menemukan patung sepasang kekasih dari tanah liat yang diperkirakan peninggalan kerajaan Majapahit di Desa Ngrawan, Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu, 12 Maret 2016.

Warga menemukan patung sepasang kekasih dari tanah liat yang diperkirakan peninggalan kerajaan Majapahit di Desa Ngrawan, Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu, 12 Maret 2016.

Alat-alat untuk membuat kerajinan tanah liat

  1. Alat ukir
  2. Meja putar
  3. Air
  4. Minyak
  5. Kuas (tidak wajib)
  6. Cat warna (tidak wajib)

Setelah menyiapkan alat di atas, proses membuat kerajinan tanah liat bisa dimulai. Berikut cara membuat kerajinan dari tanah liat:

Proses pembuatan tanah liat

Proses pembentukan tanah liat diawali dengan mengambil tanah liat secukupnya. Kemudian beri sedikit air sampai tanah liat mudah dibentuk. Pastika air tidak terlalu banyak karena nanti tanah liat menjadi sangat lembek dan tidak kokoh.

Jika sudah, kamu dapat meletakkan tanah liat di atas meja putar agar proses pembentukannya mudah dan presisi. Kamu dapat memilih berbagai bentuk yang diinginkan, mulai dari celengan, gelas, kendi atau yang lain, sesuai keinginan.

Keringkan hasil kerajinan tanah liat

Keunikan Berbagai Karya Seni Tanah Liat

Keunikan Berbagai Karya Seni Tanah Liat

Proses pengeringan tanah liat tradisional biasanya masih menggunakan sinar matahari. Prosesnya kurang lebih dapat memakan waktu selama dua hingga tiga hari sampai tanah liat benar-benar mengeras.

Usahakan, ketika dalam proses pengeringan tanah liat tidak terkena airatau terlalu lama disimpan di tempat yang lembab. Hal ini dapat menyebabkan tanah liat menjadi lembek kembali.

Tahap pembakaran

Ilustrasi tungku kayu bakar dari tanah liat.

Ilustrasi tungku kayu bakar dari tanah liat.

Saat tanah liat sudah dikeringkan selama dua atau tiga hari, hasil kerajinannya harus memasuki tahap pembakaran. Karena pada proses ini, tekstur dan massa tanah liat akan diubah menjadi lebih padat, kuat dan keras. Biasanya tanah liat dibakar hingga warnanya berubah menjadi warna merah bata.

Suhu tidak boleh terlalu panas, karena bisa merusak tanah liat.  Jika tekstur tanah liatnya sudah agak mengeras saat dikeringkan, sebaiknya suhu pembakaran tidak terlalu tinggi. Pembakaran tanah liat bisa menggunakan berbagai macam proses, namun untuk alat biasanya menggunakan tungku.

Pewarnaan

Kerajinan dari tanah liat di Morris & James, Selandia Baru.

Kerajinan dari tanah liat di Morris & James, Selandia Baru.

Proses ini umumnya tidak wajib, namun jika kamu menyukai warna-warna yang cerah, kamu dapat menambah warna sesuai keinginan agar tampilan tanah liat menjadi indah. Pemberian warna dapat menggunakan kuas, disemprot atau dicelup, menyesuaikan keinginan pembuat.

Disarankan sebelum diberi warna, sebaiknya permukaan tanah liat diamplas atau dihaluskan terlebih dahulu. Supaya tidak ada permukaan yang mengganjal dan merusak keindahan hasil kerajinan.

Sumber: www.viva.co.id

Related posts