Makin Ngeri, 4 Varian Ini Diklaim Picu Lonjakan Kasus COVID-19 di China

Warga menggunakan masker untuk melindungi diri dari COVID-19 di Beijing, China.

VIVA Lifestyle – Lonjakan besar-besaran kasus COVID-19 yang seolah bangkit kembali di China telah membuat dunia khawatir tentang masa depan pandemi. Bahkan kini, varian yang menyerbu negara tersebut terdiri dari beberapa jenis dan diyakini dapat memicu gelombang baru.

Dikutip laman The Health Site, Selasa 3 Januari 2023, lonjakan kasus COVID-19 yang baru dan mungkin gelombang ke-8 telah mencengkeram China. Mulai dari masalah kamar mayat rumah sakit yang terbebani hingga krematorium yang sibuk memaksa mayat menumpuk di koridor dan di rumah, situasi di negara itu semakin memburuk setiap hari. Scroll untuk informasi selengkapnya.

Menurut laporan, jutaan kasus didaftarkan setiap hari, memberikan waktu yang sangat sulit bagi petugas kesehatan. Tetapi lonjakan kasus yang tiba-tiba membuat semua orang khawatir tentang masa depan pandemi, yang saat ini tampaknya tidak terkendali. 

Petugas melakukan tes COVID-19 di rumah sakit sementara di Shanghai, China.

Petugas melakukan tes COVID-19 di rumah sakit sementara di Shanghai, China.

Negara seperti China yang mengikuti aturan keamanan COVID yang ketat sejak pandemi dimulai pada tahun 2019, tiba-tiba mengalami lonjakan besar kasus setelah dua setengah tahun. Apa yang salah? Varian mana yang mendorong kasus baru di negara tersebut? Mari kita pahami semuanya.

Bukan Hanya Satu, Empat Varian COVID Berada di Balik Lonjakan COVID-19 Masif Di China
Dalam jumpa pers baru-baru ini, NK Arora, ketua panel COVID-19 Pusat mengungkapkan bahwa lonjakan kasus di China bukanlah wabah COVID-19 biasa, didorong oleh satu varian dominan dari virus corona, tetapi dipicu oleh campuran virus, yang berperilaku berbeda karena epidemiologi lokal.

Meskipun sejauh ini laporan tersebut mengklaim bahwa varian BF.7 Omicron saat ini merupakan jenis yang dominan di China, yang menyebabkan gelombang baru di negara tersebut. 

Halaman Selanjutnya

“BF.7 hanya menyumbang 15 persen dari kasus tersebut. Mayoritas, 50 persen, berasal dari seri BN dan BQ, dan varian SVV adalah 10-15 persen,” ujarnya.

img_title

Sumber: www.viva.co.id

Related posts